Seberapa Besar Dampak Buruk dari Pertengkaran Suami Istri Bagi Pertumbuhan Anak

Rumah tangga yang rukun dan sejahtra merupakan impian banyak orang, namun seperti yang kita ketahui bahwa bahtera rumah tangga ini bisa mengalami pasang surut, yang dimana sesungguhnya menikah ini merupakan ujian ataupun ibadah yang paling panjang selama kita hidup.

Tidak jarang di dalam rumah tangga ini selalu ada pertengkaran kecil ataupun besar yang kadang terjadi gara-gara hal yang sepele seperti berbeda pendapat, namun ketika ego dan emosi tidak bisa terkontrol maka terjadilah pertengkaran tersebut, dan hal tersebut rentan pada pernikahan yang masih berusia muda.


Pertengkaran ini bisa normal, namun jika berlebihan maka akan berdampak buruk pada keharmonisan rumah tangga, terlebih jika pasangan tersebut sudah memiliki anak, maka pertengkaran-pertengkaran tersebut akan memiliki dampak yang cukup buruk pada anak, lalu apa dampak buruk dari pertengkaran di dalam rumah tangga? Mari kita bahas bersama.

Terganggunya Perkembangan Otak

Fakta yang harus kamu ketahui bahwa ketika anak kerap melihat orang tua bertengkar ataupun melihat kekerasan dalam rumah tangga, maka psikologi yang anak rasakan hampir menyerupai dengan tentara yang berada di medan perang, dan sayangnya anak usia balita sampai 11 tahun ini belum bisa sepenuhnya memproses atau mencerna situasi tersebut dengan baik, dan kejadian rumah tangga yang tidak baik ini bisa menyimpan memory atau kenangan jangka panjang yang bisa membuat perkembangan otak anak terganggu.

Anak Mengalami Depresi

Anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar akan mengalami kesulitan dalam memproses emosinya, sehingga hal tersebut rentan untuk bisa membuat anak mengalami depresi atau gangguan kecemasan, bahkan hal ini telah diteliti oleh ahlinya dan menyatakan bahwa dampak dari pertengkaran tersebut juga menyangkut neurobiologis, kognitif, dan prilaku anak.

Rasa Bersalah

Ketika anak beranjak dewasa dan masih menghadapi orang tua yang sering bertengkar maka anak akan memiliki rasa bersalah yang bisa membuat sensitifitas emosinya terbangun, dan suka menyalahkan diri sendiri, terlebih jika pertengkaran orang tua berhubungan dengan anak, misal masalah biaya sekolah, kondisi rumah yang berantakan, dan banyak hal lainnya yang berhubungan dengan anak.

Hilangnya Rasa Percaya Diri

Pertengkaran orang tua yang berangsur-angsur juga bisa merusak tingkat rasa percaya diri pada anak, kondisi tersebut akan membuat anak terlalu waspada dengan lingkungan sekitar sehingga anak bisa merasakan banyak ketakutan, bahkan kelak anak juga bisa memiliki rasa yang kurang percaya diri bahwa dia bisa memiliki rumah tangga yang baik, dengan begitu maka masa depan anak akan terancam ketika sedari kecil anak kerap disuguhkan oleh pertengkaran.

Cukup bahaya juga kan jika orang tua sering mempertontonkan pertengkaran di hadapan anak, rumah seharusnya menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi anak, dan orang tua sendiri harusnya memberikan rasa aman dan nyaman tersebut, pertengkaran dalam rumah tangga bukan hanya berdampak buruk pada hubungan suami istri saja, justru akan berdampak besar pada perkembangan anak, untuk itu para orang tua yang sering bertengkar cobalah untuk tidak berprilaku seperti itu lagi, karena anak berhak mendapatkan ketenangan dan kenyamanan, anak berhak merasa bahagia, dan anak merupakan titipan Tuhan yang harus di jaga sebaik mungkin. Redam emosi, turunkan ego, dan biasakan untuk mengkomunikasikan dengan baik-baik ketika memiliki pendapat yang berbeda.